Perbedaan aspal curah dan aspal drum lebih mengacu pada kondisi dan kebutuhan proyek, karena idealnya penggunaan aspal memerlukan kesesuaian terhadap suatu prosedur. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir timbulnya retak-retak rambut pada aspal jalan, hingga keretakan serius yang bisa mengganggu para pemakai jalan.
Aspal merupakan campuran agregat, pengikat, dan pengisi yang idealnya digunakan dalam konstruksi jalan. Struktur aspal berupa cairan kental dan lengket, berwarna hitam pekat atau cairan yang sangat kental yang terbentuk dari fraksi minyak bumi setengah padat.
Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi yang terdiri dari keseluruhan bagian jalan. Setiap warga masyarakat mempunyai hak yang sama untuk menggunakannya. Manusia menggunakan jalan sebagai transportasi penting untuk menunjang kebutuhan perekonomian dan sosial. Oleh karena itu, kondisi jalan harus memerlukan perhatian yang lebih.

Inilah Perbedaan Aspal Curah dan Aspal Drum yang Sebaiknya Anda Ketahui
Pembangunan pada berbagai sektor di Indonesia memang sedang mengalami kemajuan yang cukup pesat, termasuk dalam hal konstruksi jalan. Faktor inilah yang menyebabkan permintaan akan aspal mengalami peningkatan. Bahkan semakin hari kebutuhan akan aspal semakin bertambah.
Berbagai jenis aspal pun mulai digunakan demi memperoleh kinerja terbaik dalam pengaplikasiannya. Para kontraktor memiliki titik temu yang berbeda terkait penggunaan aspal tersebut. Pada dasarnya, pemilihan jenis aspal berdasarkan sifat campuran, tingkat kelenturan aspal, daya tahan aspal secara optimal, dan efisiensi harga. Mereka menyadari betul bahwa jenis aspal menentukan kualitas dari pengerjaan proyek jalan.
Umumnya, jasa pengaspalan menawarkan 2 jenis aspal, yaitu aspal curah dan aspal drum. Pengelompokan kedua jenis aspal tersebut berdasarkan bentuk pengemasannya. Lalu, apa perbedaan antara aspal curah dan aspal drum tersebut?
Aspal curah adalah aspal yang berbentuk cairan kental berwarna hitam pekat yang dimuat dan tersimpan dalam mobil tangki dan didistribusikan secara langsung dari pabrik ke agen pemasok.
Sedangkan aspal drum merupakan aspal dengan tekstur padat dan lebih keras daripada aspal curah. Sesuai dengan namanya, pengemasan aspal berada dalam drum, di mana setiap drum idealnya berisi 150 liter aspal.
Baik aspal curah atau aspal drum, pemilihan salah satu dari kedua jenis aspal tersebut merupakan strategi untuk menekan beban proyek agar lebih efisien. Strategi inilah yang sering digunakan oleh para kontraktor dalam pengerjaan setiap proyek. Berikut adalah perbandingan kelebihan aspal curah dan aspal drum yang sekaligus menjadi poin-poin perbedaan keduanya.
Volume Kebutuhan Aspal Curah dan Aspal Drum
Pada konstruksi proyek jalan yang luas, aspal curah menjadi andalan para kontraktor karena memiliki kapasitas 15-20 MT.
Efisien Waktu
Perbedaan aspal curah dan aspal drum berikutnya adalah terletak dari segi efisiensi waktu. Daripada aspal drum, aspal curah memiliki durasi waktu pengerjaan lebih efisien. Hal ini dipengaruhi oleh pencampuran aspal hotmix di Asphalt Mixing Plant (AMP) hanya memerlukan waktu lebih pendek. Aspal curah sudah memiliki struktur cairan yang kental. Sedangkan aspal drum masih bertekstur keras sehingga harus melewati proses pencairan terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya ke jalan.
Tempat Penyimpanan
Berbeda dengan aspal drum yang memerlukan tempat penyimpanan luas, karena menggunakan drum sebagai wadahnya. Pada aspal curah tidak memerlukan wadah khusus karena wadah penyimpanannya dalam truk tangki atau tempat lainnya.
Minim Risiko Kerugian
Tekstur cair pada aspal curah memungkinkan lebih banyak menggunakannya daripada yang tertinggal dalam tangki. Sedangkan pada aspal drum, aspal lebih banyak yang tertinggal di dalam drum. Hal inilah yang membuat aspal curah minim terhadap risiko kerugian.
Limbah Aspal Curah dan Aspal Drum
Pada proyek jalan, umumnya memerlukan action plus plan untuk menangani sisa-sisa atau limbah yang berasal dari aspal yang telah mereka gunakan. Limbah akan memberikan dampak yang berbahaya bagi lingkungan sekitar, terutama di daerah aliran sungai.
Hal ini berlaku pada jenis aspal drum, di mana limbah aspal memiliki spesifikasi khusus sehingga memerlukan penanganan khusus mulai dari proses mengolah hingga membuangnya. Namun berbeda halnya jika menggunakan aspal curah. Tanpa penanganan khusus, limbah aspal curah tergolong aman untuk lingkungan sekitar.
Faktor penentu kondisi jalan yang bagus adalah pilihan aspal yang berkualitas. Hal demikian akan membuat pengguna jalan merasa nyaman dan aman. Mencari penyedia jasa pengaspalan yang menawarkan paket free konsultasi, free survey, dan bergaransi? Atau sedang mencari jasa pengaspalan terbaik?
Bagi Anda yang sedang mencari jasa terbaik, maka jasa Aspalindo adalah pilihannya. Kami hadir siap memberikan pelayanan untuk area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Semarang. Kami memiliki berbagai keunggulan yang nyata bisa Anda rasakan. Pada dasarnya perbedaan aspal curah dan aspal drum dengan kelebihan dan kekurangan yang beragam akan memudahkan para pekerja proyek untuk membangun jalan yang berkualitas. Hubungi sales representative Aspalindo di nomor 0817-591-900.

PT Aspalindo Karya Nusantara menyediakan jasa pengaspalan jalan profesional & bergaransi. Jual aspal hotmix berkualitas untuk jalan tol, area industri, & perumahan.